Pergi Sisakan Luka

Kenangan menyisakan luka
Mengenangmu jadikan perih
Alasanmu bualan hampa
Tanganku tak disambut, kau pergi

Benci dengan semua tentangmu
Benci dengan hadirmu yang lalu
Harapan hanya ada di angan-angan
Kebodohan menguasaimu, tak peduli aku

Jika waktu dapat kuputar ulang
Takkan kulakukan karena akhir akan sama
Kerasnya hatimu takkan melunak
Pikiranmu juga tak akan sama denganku

Kau memilih sembunyi, hindari kehangatan
Bertemankan gelap, menjauh dariku
Lupakan kenangan seolah tak ada
Sisakan tanda tanya, lalu pergi

Nezar Ray | 27/08/2017

Advertisements

Keraguan

Waktu berlari secepat angin
Keraguan kini merajaiku
Ketakutan menyelimuti anganku
Aku kembali menimbang arah

Mataku menatap ke depan
Kakiku kaku tak sanggup melangkah
Sumpah serapah kutujukan untukku
Peluang menertawaiku yang bodoh

Aku ragu, juga takut
Pada suatu hal yang fana
Mengulang memori pahit
Yang dulu pernah kubuat

Nezar Ray | 21/03/2017

Terhanyut Ilusi Cinta

Kenangan yang sudah terlupa
Entah bagaimana kembali terbayang
Seseorang yang entah kemana
Menari kembali dalam ingatan

Bukan maksudku mengingat kembali
Juga bukan inginku padanya
Aku sudah menyerah padanya
Tapi mengapa bayangnya menggodaku

Seketika rasa hangat itu hadir lagi
Rasa ingin tak ingin, aku larut oleh bayangnya
Kehangatan itu menyerap ke seluruh tubuh
Aku pun terhanyut dalam ilusi cinta

Nezar Ray| 17/11/2016

Dingin Menyiksa

Dingin… Aku kedinginan
Hawa dingin ini menusukku
Tak mampu lagi ku menahan
Aku menggigil dibalut kebekuan

Imajiku menampakkan bayang kehangatan
Rindu akan rasa hangat yang dulu memelukku
Hingga aku tak kenal lagi kehangatan itu
Memoriku seketika rusak oleh dingin

Kenapa tak kau bunuh saja aku
Biarkan aku mati tanpa merasa
Daripada harus dingin ini menyiksaku
Aku terbelenggu oleh dingin yang kau berikan

Nezar Ray | 30/10/2016

Kisah Manis Menjejakkan Luka

Tetesan kelabu membirukan hati
Menggoreskan kalbu menjejakkan luka
Ruang kosong yang kau tinggalkan,
kini menyisakan cerita
Cerita yang dulu manis
Namun kini perlahan menjadi hambar
Dalam kelam rasa, hatiku menjadi mati rasa
Terdiam ku ketika terlintas kisah lalu
yang sengaja kau tinggalkan
Kanvas putih yang kau goreskan dengan kuas berwarna
Kini warnanya memudar
Perlahan menghitam seiring kepergianmu

Nezar Ray | 28/03/2016

Teringat Olehnya

Kenangan mendobrak kesendirianku
Teringatkan pada kisah lama
Juga sosoknya yang hangat
Seketika mendatangkan rindu di hati

Suara hangatnya yang meneduhkan hati
Kembali terngiang dalam benakku
Membuka cerita lama yang sudah berganti
Pikiranku terpenuhi oleh rasa rindu

Hatiku yang telah berdamai kemarin
Kusadari hanya kebohongan belaka
Aku tak mampu melupakannya
Masih menginginkan hadirnya lagi

Nezar Ray | 01/08/2016

Hujan

Warna langit kembali kelabu
Hujan turun membasahiku
Menyamarkan tetes air mata
Bercampur dengan air hujan

Dingin menyergap jiwaku
Rasa hangat lalu seketika pudar
Tergantikan dengan rasa dingin
Aku menggigil oleh luka

Sepi ku dalam hujan
Aku hilang arah tujuan
Kabut menutupi jalan pulang
Seketika aku tersesat

Nezar Ray | 26/07/2016

Sembunyi

Kerumunan begitu ramai bagiku
Kesepian terlalu sunyi untukku
Aku sembunyi dari keramaian
Takut akan mulut nakal yang menghakimi

Bosan aku sembunyi di sudut
Menghindar dari mata-mata tajam
Aku takut, aku gelisah, juga marah
Meratapi diri yang menyedihkan

Ada apa denganku?
Sembunyi tak menawarkan cahaya
Gelap semakin menyelimuti pandangan
Dan rapuh merasuki jiwaku

Ingin ku keluar dari persembunyian
Mengikuti kemana arah cahaya
Namun adakah tempat untukku
Dalam dunia yang menghakimi

Nezar Ray | 25/07/2016

Rasa yang Tak Pernah Terungkap

Senja berganti rupa menjadi malam
Sunyi malam menemani hati yang sepi
Tak terbayang pujaan hati berganti hati
Meninggalkanku sepi sendiri

Rasa yang kusembunyikan menjadi luka
Ketika menatap dia dengan yang lain
Berpura-pura tak merasa sakit
Menyembunyikan luka dengan hati-hati

Rasa yang tak pernah terungkap
Kini bergejolak seakan ingin meluap
Ingin menyampaikan rasa lalu
Seketika menjadi pilu

Sesal bergemuruh dalam hati
Menyesali waktu yang sudah terbuang
Ketakutan yang dulu meraja
Kini menjadi luka yang bercampur sesal

Nezar Ray | 14/07/2016

Waktu

Waktu berjalan secepat angin
Menggenggam erat tanganku
Mengatakan tak dapat menanti
Meninggalkan kenangan lama

Waktu tiada pernah berhenti
Tak dapat ku memintanya kembali
Suatu angan kosong yang mustahil
Waktu yang terlewat tak dapat kembali

Waktu yang telah terbuang
Tertinggal jauh di belakang langkahku
Terdiam menatap sedih padaku
Sambil ku terus berjalan maju

Waktu tak dapat menunggu
Beragam kenangan terpahat saat waktu berjalan
Hingga nanti tiba waktuku berhenti
Adalah saat tiada lagi kenangan terpahat

Nezar Ray | 13/07/2016