Mengapa Bangau Tak Bisa Terbang

Pada zaman dahulu kala, burung bangau dapat terbang tinggi. Namun karena dapat terbang dengan indah, ia menjadi sombong dan egois. Bangau merasa bangga pada dirinya sendiri yang cantik, anggun dan rupawan dengan bulunya yang putih bersih. Ia bersahabat dengan kepiting kolam air tawar.

Suatu waktu Bangau yang sedang terbang merasa kelaparan karena belum makan. Tak sengaja dari kejauhan, ia melihat sebuah kolam ai tawar. Lantas ia segera pergi kesana untuk mencari ikan sebagai santapan siangnya.  Sampai disana tak sengaja ia bertemu dengan kepiting, sahabatnya.

“Hai Bangau,” sapa Kepiting lebih dulu.

“Hai Kepiting, sedang apa kau disini,” tanya Bangau.

stork

“Aku sekarang tinggal di kolam ini, Bangau. Biarpun kolam ini kecil, aku senang -tinggal disini karena disini banyak ikan-ikan temanku. Jadi aku tak pernah merasa kesepian. Mereka sangat baik,” jawab Kepiting. Mendengar itu, otak licik Bangau muncul untuk mengerjai kepiting.

“Eh kepiting tahukah kau di atas bukit sana ada kolam yang lebih indah daripada disini”, cerita Bangau. “Kolam disana terdapat air terjun yang indah dan airnya juga sangat jernih hingga kau dapat bercermin di airnya.”

“Benarkah bangau?”, tanya Kepiting antusias.

“Iya kepiting, aku bisa mengantarmu kesana jika kau mau”, ujar Bangau menawarkan bantuan.

“Tapi aku tak bisa meninggalkan sahabatku, ikan-ikan disini. Lagipula aku senang tinggal disini. Sudahlah tak apa,” jawab Kepiting lagi.

“Jangan khawatir, Aku bisa membantu teman-teman ikanmu untuk pindah kesana. Mereka bisa naik ke dalam paruhku dan akan kubawa mereka terbang kesana”, ujar Bangau dengan rencana liciknya.

“Benarkah bangau? Kau mau melakukannya. Ah kau baik sekali”, puji Kepiting.

“Ah bukan apa-apa, kita kan teman”, jawab Bangau lagi.

“Baiklah kalau begitu, aku mau. Tolong antar teman-temanku lebih dahulu. Setelah itu baru kau antar aku kesana,” ucap Kepiting.

Akhirnya Bangau membantu ikan-ikan pindah ke kolam baru. Sedikit demi sedikit ikan-ikan dinaikkan ke dalam paruh Bangau. Bangau mulai dengan membawa lima ikan di dalam paruhnya yang berisi air agar ikan-ikan dapat bernafas. Lalu pergilah Bangau pergi ke kolam indah yang ia ceritakan pada Kepiting tadi.

“Baiklah, hati-hati ya Bangau.”, ucap Kepiting sambil melambaikan capitnya ke arah Bangau yang terbang menjauh mengantar ikan-ikan.

Tak berapa lama, Bangau kembali lagi dengan paruhnya yang sudah kosong bercerita bahwa ia sudah memindahkan lima ikan tersebut ke kolam yang baru. Kemudian Bangau kembali mengisi paruhnya dengan tumpangan ikan-ikan selanjutnya. Begitu seterusnya hingga pada ikan-ikan yang terakhir.

“Ini yang terakhir, Bangau. Selanjutnya kau bawa aku kesana. Hati-hatilah”, ujar Kepiting.

“Tenang saja Kepiting, mereka pasti akan sampai dengan selamat.”, ujar Bangau kemudian.

Tak berapa lama setelah bangau pergi mengantar ikan-ikan terakhir di paruhnya, Kancil melewati kolam tempat kepiting tinggal. Lalu Kancil menyapa Kepiting.

“Hai kepiting, apa kabar?,” sapa Kancil.

“Hai juga Kancil, kabarku baik,” jawab Kepiting. “Aku berencana akan pindah dari kolam ini. Bangau membantu aku dan ikan-ikan pindah ke kolam disana yang lebih indah,” cerita Kepiting.

Kancil tampak heran karena dalam perjalannya ia sempat bertemu dengan Bangau. “Bangau? Tapi sejak tadi aku lihat Bangau sedang asik makan ikan disana,” Kancil keheranan. “Malah sampah-sampah tulang ikan bekas makannya tak dibersihkannya.

Rupanya ikan-ikan teman kepiting yang hendak dibawa pindah ke kolam lain disantap dengan rakusnya oleh Bangau. Bangau berbohong pada Kepiting sahabatnya sendiri. Mendengar ucapan Kancil tersebut, Kepiting marah besar. Ia ingin membuat perhitungan dengan Bangau yang telah berbohong kepadanya.

Kemudian tampak kedatangan Bangau terbang menghampiri Kepiting tanpa rasa berdosa. Bangau tidak mengetahui bahwa Kepiting sudah mengetahui perbuatan jahatnya yang telah memakan ikan-ikan teman Kepiting. Lantas ketika Bangau turun ke daratan, tanpa basa basi Kepiting langsung menyerang Bangau dengan capitnya. Bangau kesakitan, ia ingin segera terbang pergi tetapi Kepiting dengan buas menyerang sayap Bangau hingga ia tak mampu terbang lagi. Bangau hanya dapat meminta ampun atas perbuatannya.

Bangau memahami atas sikap Kepiting yang marah terhadapnya. Ia telah merusak kepercayaan yang telah diberikan Kepiting kepadanya. Bangau menyesal telah berbuat jahat pada Kepiting, ia berjanji tidak akan melakukannya lagi. Namun Kepiting sudah terlanjur marah dan persahabatan mereka telah dirusak oleh perbuatan Bangau. Alhasil Bangau tak lagi dapat terbang dan hanya dapat berjalan di sekitaran air sambil mencari ikan. Sejak saat itulah seluruh keturunan Bangau tak dapat terbang seperti burung bangau yang dapat kita lihat sekarang.

Nezar Ray | 24/09/2017

Advertisements

IT (2017): Teror Si Badut Penari

film-it-2017-11

Sudah lumayan lama nonton trailer “IT” sejak lama, ketika tau bahwa film tersebut sudah tayang di bioskop saya langsung berencana menontonnya. Kebetulan saya memang termasuk penyuka film bergenre horror, jadi langsung saja saya pergi menontonnya bersama adik. Sekalian ingin mencoba bioskop yang kabarnya baru dibuka sejak tanggal 8 September lalu di Grand Paragon, sekitar daerah Gajahmada. Jadi wajar saja jika harga tiketnya murah, mungkin karena masih promosi. Saat itu harga tiketnya hanya 25k untuk Senin-Kamis, 30k untuk Jum’at dan 35k untuk weekend dan hari libur. Kebetulan Saya pergi menonton di hari Sabtu jadi harga tiketnya hanya 35k. Lumayan jadi bisa lebih hemat.

Film IT merupakan adaptasi novel karangan Stephen King yang rilis di tahun 1986. Sukses novelnya mendapat banyak tanggapan positif hingga pada tahun 1990 dibuatkan miniseries yang diperankan aktor/aktris terkenal pada masanya. Miniseries  ini memiliki durasi yang cukup panjang yaitu sekitar 3 jam lebih, sementara untuk yang versi 2017 ini kabarnya akan dibuat menjadi 2 bagian. Jadi film IT yang tayang sekarang ini adalah bagian pertamanya dan masih akan ada kelanjutannya di bagian kedua. IT disutradarai oleh Andres Muschietti dan diproduksi oleh Warnes Bros Pictures. Juga dibintangi oleh Bill Skarsgard, Jaeden Lieberhen, Jack Dylan, Sophia Lilis dan aktor lainnya yang masih banyak lagi.

IT-2017-pf-4

Cerita berawal dari seorang anak kecil bernama Georgie Denbrough yang hilang secara misterius setelah pergi bermain dengan perahu kertasnya di saat hujan. Setelah hilangnya Georgie, muncul banyak berita anak hilang yang tak diketahui keberadaannya seperti sebuah teror. Namun hingga satu tahun berlalu kasus anak hilang tersebut tidak pernah terpecahkan dan tidak diketahui siapa pelakunya. Bill Denbrough, kakak dari Georgie yang merasa kehilangan atas adiknya, berusaha mencari tahu penyebab hilang adiknya tersebut.

Bill tidak sendirian, ia dibantu oleh teman-temannya untuk menyelidiki kasus tersebut. Mereka menamai kelompoknya dengan “Losers Club” karena mereka selalu menjadi korban bully dari anak-anak yang lebih kuat dari mereka. Penyelidikan mereka mendapatkan jawaban. Mereka akhirnya mengetahui dalang hilangnya anak-anak di kota Derry yaitu seorang badut jahat bernama Pennywise. Namun dalam pengejarannya tersebut, justru malah mereka yang menjadi sasaran teror dari badut tersebut.

Pennywise diceritakan sebagai iblis jahat yang suka memakan anak-anak. Ia sering merubah bentuknya menjadi sosok yang ditakuti oleh korbannya. Namun ia lebih banyak muncul dengan wujud badut bernama Pennywise si badut penari. Karena dengan wujud seperti badut itu, ia dengan mudah mendekati korbannya yang masih anak-anak.

Filmnya menarik ditonton, baik dari segi cerita maupun visual horornya yang menakutkan. Penonton diajak masuk ke dalam atmosfir seram dan menakutkan oleh badut jahat. Berkali-kali saya dibuat kaget oleh kemunculan sosok hantu yang datang secara tiba-tiba. Selain itu juga terkandung pesan-pesan kehidupan di dalamnya, sehingga kita tidak hanya dibuat takut saja oleh filmnya. Untuk pecinta film horor wajib menonton film horror yang satu ini. Film IT masih tayang di bioskop-bioskop kesayangan anda. Ajak teman atau keluarga anda agar semakin seru teriak ramai-ramai. Selamat menyaksikan dan bersiaplah dibuat takut.

Nezar Ray | 23/09/2017

Pergi Sisakan Luka

Kenangan menyisakan luka
Mengenangmu jadikan perih
Alasanmu bualan hampa
Tanganku tak disambut, kau pergi

Benci dengan semua tentangmu
Benci dengan hadirmu yang lalu
Harapan hanya ada di angan-angan
Kebodohan menguasaimu, tak peduli aku

Jika waktu dapat kuputar ulang
Takkan kulakukan karena akhir akan sama
Kerasnya hatimu takkan melunak
Pikiranmu juga tak akan sama denganku

Kau memilih sembunyi, hindari kehangatan
Bertemankan gelap, menjauh dariku
Lupakan kenangan seolah tak ada
Sisakan tanda tanya, lalu pergi

Nezar Ray | 27/08/2017

Luka Terpendam

alone-boy-sad-broken-heart-lonely

Hadirmu berulang kali datang dalam mimpiku. Isyarat rindu atas hadirmu juga tawamu, ingin berbagi cerita denganmu. Berhari-hari tak ku dapatkan kabarmu, kau menghilang seperti asap. Kenangan hilir mudik sesukanya dalam pikiranku, sebagian besar tentang kau. Tapi kau terlalu tega hilang kabar, tak tersentuh. Kau sembunyi, menghindariku menutup komunikasi dariku. Alasanmu masih tak dapat kumengerti, pikirku itu bagai bualan kosong agar kau dapat pergi.

Kau sempat kembali padaku, membuatku tenang bahwa kau baik-baik saja. Tapi itu hanya harapan palsu. Kau tega melakukannya menambah sakit semakin parah. Kau bilang tidak apa-apa, tapi hatimu berkata lain. Aku benci saat kau berbohong. Bagaikan aku bicara dengan dinding kosong, tapi bahkan dinding itu pun juga hanya ilusi. Kau hadirkan harapan yang tak nyata, membiarkan aku percaya. Lalu kau perlahan menghilang diam-diam seolah tak terjadi apa-apa.

Meskipun sebenarnya aku tahu, itu sebab luka lama yang kau pendam. Luka yang tak pernah ingin kau bicarakan. Luka yang tak pernah kau obati dan kau sembunyikan dariku. Pada akhirnya luka itu semakin menyakitkanmu tapi aku tak dapat berbuat apapun karena aku tak mengetahui keberadaan luka itu. Seandainya luka itu kau beritahu padaku mungkin cerita akan berbeda. Paling tidak aku tahu sebabnya, tidak seperti sekarang. Aku sendiri tenggelam dalam tanya. Segala pertanyaan yang dulu tak kau jawab itu menguasaiku. Menjadikan alasanku untuk membencimu. Rindu itu telah berubah menjadi benci berkat kau yang lebih suka sembunyi. Tertawalah jika itu memang tujuanmu sejak awal, karena aku juga akan mulai melupakanmu, menghapusmu dari pikiranku.

Nezar Ray | 22/08/2017

Memilih Berdamai

berjabat_tangan_wanita

Langit kelabu, petir saling bergemuruh. Emosi jiwa tak tertahankan ingin meluap. Rasa benci terlempar dengan begitu mudahnya. Kecewa merasuk di jiwa namun rasa bangga dan terimakasih juga menjalar ke seluruh tubuh. Ingin rasa mengucap bangga atas hasil kerja keras yang beliau kerjakan selama ini. Ingin berterimakasih padanya. Namun hati juga kecewa atas ucapannya yang menyakiti hati golongan tertentu. Saya berada pada titik tengah antara rasa kemanusiaan dan rasa ingin bela keyakinan.

Palu telah diketuk pertanda vonis telah dijatuhkan. Sang tersangka pun harus siap masuk jeruji besi dua tahun lamanya. Rakyat terbelah antara yang membela dan yang menyudutkan. Saya setengah hati. Merasa sedih akan dia, tapi pada saat yang bersamaan juga kecewa akan ucapannya yang lalu. Meski maaf telah terucap, hukuman tetap bergulir dan ia harus menerimanya sebagai konsekuensi atas perbuatan dan ucapannya.

Tak penting bagaimana pendapat saya. Saya tetap menghargainya sebagai manusia, terlepas dari ucapannya yang menyakiti hati. Saya hanya manusia biasa tempatnya banyak dosa, saya tak mampu menghakiminya. Juga tak baik menyebarkan kebencian. Saya menghargainya sebagai manusia yang memiliki banyak nilai-nilai kebaikan dalam dirinya. Yang bahkan saya pun sebagai manusia masih belum siap memiliki nilai-nilai tersebut.

Menurut saya, apakah dia etnis Cina, India, Papua, Negro, Jawa, Sunda, atau Manado kah. Bagi saya, manusia tetaplah manusia. Sepanjang ia bernafas menghirup oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Sepanjang ia memiliki dua mata, satu hidung dan satu mulut. Sepanjang ia memiliki postur layaknya manusia. Saya akan tetap menghargainya sebagai manusia. Karena saya tinggal di planet bumi dengan mayoritas makhluk hidup adalah spesies manusia.

Hal yang membedakan manusia dengan manusia lainnya adalah pola pikir, amal, dan perilakunya. Juga rasa kemanusiaan antar sesama makhluk hidup. Kita tahu bersama kita tak bisa memilih ingin dilahirkan menjadi etnis apa atau warna kulit apa. Memusuhi orang lain hanya karena etnis dia berbeda dengan kita adalah suatu pemikiran sempit. Sama halnya seperti menyia-nyiakan anugerah (akal pikir) yang telah diberikan Allah kepada kita para manusia. Jangan jadikan perbedaan sebagai alasan untuk bertikai, karena pertikaian dan perdebatan hanya akan membuahkan kebencian.

Hindari perdebatan, terima perbedaan dengan lapang, jauhi rasa benci dan permusuhan. Jangan isi waktu dengan kegiatan yang mengundang dosa. Jangan tebarkan kebencian, karena kita hidup berdampingan. Manusia adalah makhluk sosial, saling bergantung dengan manusia lainnya. Bersahabat dengan kebencian hanyalah perbuatan yang sia-sia. Saya lebih memilih berdamai untuk hidup lebih nyaman.

Nezar Ray | 10/05/2017

Anggota Keluarga Baru, Berkaki Empat

Suatu waktu datang seekor kucing ke rumahku. Aku yang merasa kasihan lalu memberikannya sedikit potongan ayam yang sedang kumakan. Esoknya ia datang lagi dan lagi meminta makan. Uniknya dia selalu datang ketika aku sedang makan, seolah-olah ia tahu kapan saja waktu makanku. Beberapa hari kemudian, kucing itu datang lagi namun kali ini bersama anak kucing. aku pikir itu anaknya. Anak kucing yang hanya seekor itu mengikutinya dari belakang. Si anak kucing terlihat ketakutan ketika aku ingin memegangnya. Mungkin karena belum kenal, anak kucing itu tak mau dipegang.

20160806_133138
Induk dan anak kucing

Induk dan anak kucing tersebut sering kulihat di teras rumahku. Si induk terlihat menyusui anaknya yang hanya seekor itu. Lama kelamaan anak kucing itu mulai bertumbuh. Induk kucing sudah tak mau lagi menyusuinya, mungkin juga air susunya sudah tidak keluar lagi. Perlahan kucoba memberikan sedikit makanan pada anak kucing itu. Awalnya ia tak mau, malah induknya yang lahap memakannya. Selang beberapa hari, sedikit demi sedikit si anak kucing mulai terbiasa denganku. Ia sudah tak lagi takut. Ia mulai mau dipegang, aku bahkan sudah bisa mengelusnya.

Anak kucing itu terus tinggal di teras rumahku, sementara induknya pergi kelayapan. Kadang induknya kembali membawakan makanan. Ketika induknya datang, si anak kucing kegirangan. Kemudian selang beberapa hari, induk kucing mulai tak terlihat lagi batang hidungnya. Ia sudah tak pernah lagi ke rumahku. Sementara si anak kucing semakin betah tinggal di rumahku. Entah bagaimana, anak kucing itu sudah seperti anggota keluarga. Bukan aku saja melainkan semua penghuni rumah lainnya juga merasa senang dengan kehadirannya. Rumahku bertambah penghuni baru, anak kucing yang kini sudah tidak kecil lagi.

Itu sedikit cerita mengenai bagaimana aku akhirnya menemukan si kucing belang tiga yang super aktif. Bagaimanapun itu aku senang dengan kehadirannya. Sekarang sudah kira-kira lima bulan aku memeliharanya, kini ia bukan lagi anak kucing. Ia telah tumbuh besar dengan perut gendutnya. Besarnya perutnya hingga aku pernah menyangka ia hamil, tapi kelahiran tak pernah terjadi. Jadi sudah dapat dipastikan, ia hanya terlalu hobi makan.

Kucing betina itu kuberi nama Pussy, panggilannya “puss” atau “mpuss”. Ya layaknya memanggil kucing. Nama yang pasaran memang, tapi paling tidak ia akan menengok ketika dipanggil. Aku tidak mengurungnya di kandang. Kubiarkan ia menjelajah rumah sesuka dia. Ia boleh tidur dimana saja asal tidak di atas tempat tidur ata sofa. Khawatir bulunya akan menempel. Aku sediakan tempat tidur tapi ia lebih suka tidur dimana saja sesuka dia. Kadang di atas tas, keset, rak, koran atau dimanapun yang menurut dia tempat yang nyaman.

Pintu kubiarkan terbuka kalau dia memang ingin keluar, aku tak mencegahnya. Aku memberikannya ruang terbuka bagi dia untuk bebas. Aku tidak overprotective. Kupersilakan ia bebas tapi tentu dengan aturan yang ia harus taati. Misalnya tidak boleh naik tempat tidur, meja makan dan juga tidak lari-larian. Perlu diketahui, Pussy bukan tipe kucing pendiam. Dia sangat tidak bisa diam, agresif dan senang bermain. Kadang ia suka berlari-larian mengajak aku bermain. Maka itulah saatnya aku meluangkan waktu sejenak bermain dengannya.

Sejak kecil, beruntungnya ia tak pernah buang air sembarangan. Seakan ia tahu ketika ingin buang air ia pergi keluar. Maka sejak itu aku sediakan pasir untuknya. Ia senang menggunakan pasirnya itu. Dua minggu sekali aku mandikan dia. Awalnya seminggu sekali namun sejak acara mandi dipenuhi dengan drama, aku putuskan untuk memandikannya dua minggu sekali saja. Ia sangat tidak suka air tapi mau bagaimana lagi karena ia tinggal di rumahku ia harus ikut peraturanku.

Semua penghuni rumah suka dengan tingkah lucunya apalagi ketika tidur dia suka mengulet memanjangkan tubuhnya hingga panjang sekali. Kecuali ketika ia membawa hasil buruannya ke rumah. Aku tidak suka. Seringkali ia membawa kecoa, cicak, hingga tikus. Hewan-hewan itu tidak ia makan tapi ia jadikan mainan. Ia lepas hewan itu kemudian ia tangkap lagi, begitu terus hingga hewan itu mati kelelahan.

Kami bahagia dengan kehadirannya di rumah ini. Terlepas apakah aku yang menemukannya atau ia yang menemukanku. Aku percaya kita tidak memilih kucing mana yang ingin dipelihara melainkan kucing itu sendiri yang memilih kita. Dan Pussy telah memilihku. Takdir mempertemukan kami dan mengajarkanku untuk lebih mengenalnya. Berusaha belajar mengenalnya lebih dalam melalui tingkah-tingkahnya atau tanda-tanda jika ia sakit. Bagaimanapun aku berharap ia dapat terus hidup bersamaku hingga ia tua. Menemaniku menjalani hidup bersama untuk memberiku satu lagi alasan untuk tetap hidup. Terima kasih Pussy dan selamat datang dalam keluargaku.

Nezar Ray | 28/03/2017

Beauty and The Beast (2017): Membawa Keajaiban Menjadi Nyata

eu_batb_flex-hero_header_r_430eac8d

Setelah sukses dengan menghadirkan Maleficent dan Cinderella dalam versi live action, kini giliran Beauty and The Beast hadir dalam live action. Versi animasinya sendiri, Beauty and The Beast rilis pada tahun 1991 silam. Termasuk salah satu film animasi yang sukses saat itu karena berhasil masuk nominasi Academy Awards dalam kategori Best Picture. Beauty and The Beast pun menjadi film animasi pertama yang berhasil masuk kategori tersebut. Kini Disney menghadirkan Beauty and The Beast dalam versi live action.

Rilis sejak tanggal 17 Maret 2017, Film Beauty and The Beast diperankan oleh Emma Watson sebagai Belle, Dan Steven sebagai Beast dan Luke Evans sebagai Gaston serta beberapa pemeran pendukung lainnya. Film fantasi musikal ini disutradarai oleh Bill Condon dan diproduseri oleh David Hoberman dan Todd Lieberman. Naskah film ditulis oleh Stephen Chbosky dan Evan Spiliotopoulus berdasarkan film animasinya tahun 1991 lalu dan dongeng karya Jeanne-Marie Leprince de Beaumont.

Beauty and the Beast

Ceritanya tentu sudah familiar dalam benak kita — tentang seorang wanita cantik bernama Belle yang sangat suka membaca, yang tinggal dengan ayahnya di sebuah desa kecil. Ia sering dianggap berbeda oleh masyarakat sekitar karena kesukaannya terhadap membaca, sehingga sering kali ia merasa terjebak dalam desa tersebut. Penduduk desa tak ada yang memahaminya.

Lalu suatu ketika ayahnya tersesat di hutan dalam perjalanan pulang. Tanpa sengaja ia terperangkap di suatu istana oleh Beast yang misterius. Kemudian Belle berusaha menyelamatkannya dengan menggantikan posisi ayahnya disana. Hingga akhirnya ia tinggal bersama Beast di istana tersebut. Beast sendiri merupakan seorang pangeran tampan yang terkena kutukan oleh penyihir karena kesalahannya di masa lalu.

Filmnya sangat memanjakan mata dengan visualisasi keindahan fantasi yang dibuat nyata. Misalnya saja seperti bagaimana perabotan di istana Beast menjadi hidup. Suasana magis begitu terasa ketika berada di istana. Sekali lagi Disney berhasil menghidupkan cerita fantasi. Diiringi dengan lagu-lagu indah yang diaransemen oleh Alan Menken. Sebut saja saat scene lagu “Be Our Guest”, kita dibawa pada keindahan fantasi yang indah terasa begitu magis dan fantastis. Musik yang indah dan fantasi yang dihidupkan menjadi sebuah perpaduan yang indah.

gallery-1478513245-beauty-and-the-beast-house-staff

Beauty and The Beast membawa pesan penting tentang bagaimana untuk tidak selalu melihat penampilan. Sesuatu yang mulai dilupakan di era kini. Bahwa tidak penting bagaimana penampilan luar, yang terpenting adalah hatinya. Jangan menilai buku dari covernya. Istilah yang sering digunakan untuk merefleksikan bahwa isi lebih penting dibandingkan penampilan luar.

Sempat muncul rumor tentang adanya karakter gay dalam film tersebut, sama sekali tidak menyurutkan animo masyarakat untuk menontonnya. Kekhawatiran yang selama ini hadir seketika sirna dengan keindahan dunia fantasi dalam layar cinema. Bahkan menurut pandangan saya, karakter gay dalam tokoh LeFou di film ini sangat tidak kentara. Hanya sebagai ornamen penghias film bukan sebagai cerita utama. Anak-anak pun jika menonton ini saya rasa tidak akan menyadarinya. Pada akhirnya penonton terlalu sibuk menikmati paduan cerita klasik, musik yang indah dan visualisasi yang menakjubkan.

764390

Menyaksikan Film Beauty and The Beast, Saya sangat menikmatinya dan menghadirkan senyum ketika meninggalkan bioskop. Tak berhenti lagu-lagu dalam film tersebut terngiang dalam pikiran saya. Bahkan ada lagu baru dalam film ini yang menjadi favorit saya yaitu lagu yang dinyanyikan Celine Dion, “How Does A Moment Last Forever”. Film Beauty and The Beast masih tayang di bioskop-bioskop kesayangan anda. Let be the guest.

Nezar Ray | 26/03/2017

Keraguan

Waktu berlari secepat angin
Keraguan kini merajaiku
Ketakutan menyelimuti anganku
Aku kembali menimbang arah

Mataku menatap ke depan
Kakiku kaku tak sanggup melangkah
Sumpah serapah kutujukan untukku
Peluang menertawaiku yang bodoh

Aku ragu, juga takut
Pada suatu hal yang fana
Mengulang memori pahit
Yang dulu pernah kubuat

Nezar Ray | 21/03/2017

Polemik Film Beauty and The Beast, Tentang Adanya Karakter Gay

Beauty and The Beast Live Action

Setelah menunggu lama film Beauty and The Beast live action rilis, akhirnya perilisannya diiringi dengan polemik tentang LGBT. Kabarnya dalam film tersebut, diungkapkan bahwa ada 1 karakter yang openly gay. Karakter tersebut adalah LeFou, tangan kanan Gaston.

Bagi anda yang tidak akrab dengan cerita Beauty and The Beast, Gaston diceritakan sebagai pria kuat yang diidolakan banyak wanita. Namun Gaston menjatuhkan hatinya pada Belle yang berbeda dari pada kebanyakan wanita. Dengan terang-terangan, Belle menolak Gaston mentah-mentah. Penolakan Belle justru membuat Gaston semakin penasaran dengan Belle.

Kemudian pada film live actionnya yang akan rilis 17 Maret mendatang, dikisahkan bahwa LeFou (tangan kanan Gaston) adalah seseorang yang pada satu hari ingin menjadi Gaston, tapi pada hari lain lagi ingin mencium Gaston. LeFou berada pada posisi kebingungan terhadap perasaannya dan sebenarnya apa yang ia inginkan. Ini tentang seseorang yang baru saja menyadari bahwa ia memiliki perasaan ini.

LeFou

Kemunculan karakter gay ini kemudian mendatangkan kekhawatiran jika akan mendatangkan pengaruh buruk terhadap anak-anak yang menontonnya. Namun sebelum khawatir, sebagai penonton bijak tentu kita perlu mencari tahu terlebih dahulu sejauh apakah “adegan LGBT” yang akan dimunculkan dalam film tersebut. Tim Lembaga Sensor Film Indonesia (LSF) sendiri telah menegaskan tidak akan menyensor film tersebut, karena yang ditampilkan bukan adegan seks. “Itu kan karakter LGBT (saja). Beda penilaiannya”.

LeFou adalah seseorang yang pada satu hari ingin menjadi Gaston, tapi pada hari lain lagi ingin mencium Gaston. Ia bingung dengan apa yang sebenarnya ia inginkan. Ini tentang seseorang yang baru saja menyadari bahwa ia memiliki perasaan ini.

Komisioner LSF Rommy Fibri menyatakan “Secara faktual kan faktanya begitu (kaum LGBT ada). Film ini hanya menggambarkan bahwa situasi itu nyata ada di masyarakat”. Meskipun begitu, karena ramai diperbincangkan terkait karakter gay, film itu kembali melewati proses pleno LSF pada Kamis (09/03). Hasilnya tetap saja lulus.

Kini pertanyaannya adalah bagaimana kita menilai perihal kaum LGBT tersebut. Sebagai suatu hal yang negatif atau kita dapat menerimanya sebagai hal nyata terjadi di masyarakat. Bukan berarti mengakui LGBT sebagai hal yang benar tetapi hanya sebatas mengakui keberadaan mereka adalah nyata ada di sekitar kita.

Lewat film ini justru kita diajak untuk “berdamai” dengan kaum LGBT. Bahwa kita seharusnya mampu merangkul mereka daripada menjauhinya seakan-akan seperti penyakit menular. Karena bisa jadi mereka menjadi seperti itu bukan kemauan mereka, mungkin saja itu natural datang dengan sendirinya tanpa mereka inginkan. Jika seperti itu, bukankah menjadi tugas kita yang berada di sekitarnya untuk memberitahunya dan membantunya kembali pada jalan yang benar.

Kembali pada film Beauty and The Beast dan karakter gay pertamanya tersebut, saya rasa Disney tidak akan kelewatan dengan menyisipkan adegan tak senonoh. Disney tahu betul target film mereka adalah anak-anak. LSF Indonesia juga sudah menyatakan bahwa tidak ada adegan seks sesama jenis. Disney hanya ingin mengungkapkan bahwa kaum LGBT itu nyata ada di masyarakat. Lalu saya rasa juga tidak akan separah film Glee atau Arisan.

Jadi kemudian apalagi yang kita khawatirkan. Daripada terus khawatir, lebih baik saksikan sendiri kebenarannya dengan menonton filmnya. Beauty and The Beast akan resmi rilis tanggal 17 Maret 2017, serentak di seluruh bioskop.

Nezar Ray | 15/03/2017

SING (2016): Ketika Mimpi Harus Diperjuangkan

sing-2016

Sebenarnya sudah cukup lama nonton film ini dan entah kenapa rasanya gatal mau review film ini. Karena saya termasuk orang yang suka dengan film animasi, apalagi digabungkan dengan unsur komedi dan musikal adalah suatu perpaduan yang menarik. Saya pun waktu itu menontonnya seperti menonton konser. Filmnya dipenuhi dengan nyanyian-nyanyian yang dibawakan dengan indah oleh pengisi suara bersuara emas. Lalu filmnya juga dikemas secara menarik dengan mengangkat tema tentang mimpi yang harus diperjuangkan demi terwujudnya mimpi tersebut.

Sing diproduksi oleh Illumination Entertainment dan Universal Pictures. Dirilis di bioskop sejak tanggal 21 Desember 2016 kemarin dengan Garth Jennings sebagai sutradara dekaligus penulis naskah dalam film animasi ini. Serta diisi suara oleh Mathhew McConaughey, Reese Witherspoom, Scarlett Johansson, Tory Kelly dan masih banyak lainnya.

Sing berkisah tentang sebuah dunia yang dipenuhi dengan hewan-hewan yang dapat berdiri dengan dua kaki dan hidup layaknya manusia. Menceritakan mengenai seekor koala bernama Buster Moon (Matthew McConauhey) yang memiliki usaha di bidang teater namun karena kegagalan pada satu pertunjukkan merusak nama baiknya. Namun ia tak kenal menyerah, ia tetap berusaha mempromosikan dan melakukan inovasi-inovasi baru dalam dunia teater dengan membuat sebuah audisi menyanyi.

banner

Namun karena satu kesalahan asistennya yang kelebihan menuliskan angka nol untuk hadiahnya, audisi menyanyi ini pun menarik minat banyak orang. Antrian panjang pun terjadi di depan teaternya. Dari audisi itulah akan ditemui puluhan hewan yang memiliki suara emas yang akan dipilih oleh Moon untuk tampil di pertunjukkan teaternya.

Moon pun memilih kandidat hewan yang akan mengisi acara pertunjukkan teaternya. Masing-masing kandidat memiliki masalahnya masing-masing yang harus dipecahkan mereka demi mewujudkan mimpinya menjadi penyanyi. Film Sing menggambarkan jika sebuah mimpi memerlukan keberanian dan pengorbanan demi mewujudkannya. Bahwa kita harus menyingkirkan segala rasa takut yang menyelimuti diri dan tunjukkan pada dunia bahwa kita bisa.

Filmnya sarat dengan pesan moral bahwa tiada yang mungkin di dunia jika kita menginginkannya. Seperti koala tersebut yang pantang menyerah mempromosikan teaternya dan berusaha membuatnya ramai kembali seperti waktu dulu. Serta para peserta audisi yang berusaha menyingkirkan segala rintangan demi mewujudkan mimpinya masing-masing.

Nezar Ray | 07/01/2017