[BUKU] Ubur-Ubur Lembur

Baru aja selesai baca buku ‘Ubur-Ubur Lembur’ karangan Raditya Dika dan suka sekali dengan cara penyampaian ceritanya yang santai dan tidak berbelit-belit. Sebenarnya dari semua bukunya Raditya Dika, baru buku ini yang saya niatin beli dan baca. Jujur awalnya saya nggak begitu tertarik dengan karyanya Radit, karena hampir semua karyanya selalu tentang cinta-cintaan. Baru saat dia membuat film Hangout, Raditya Dika mulai menyita perhatianku. Mulai dari situ, saya mulai ngikutin semua perkembangan tentang dia.

Hingga akhirnya saat dia ngeluarin buku ini, saya niatin beli buku ini. Pengen tau aja seberapa bagus sih bukunya, kok sampe banyak yang suka buku-buku tulisan dia. Ternyata memang bagus kok tulisannya. Cara penyampaiannya santai, saya bacanya berasa seperti dibacain langsung sama dia. Setiap bab sarat akan komedi (yaiyalah namanya juga buku komedi), walaupun ada beberapa jokes yang udah pernah saya denger dari dia ketika di tv atau pun youtube.

Dia nggak segan menceritakan kisah terburuk hingga memalukan yang pernah dialaminya ketika masih kecil. Hingga pada akhirnya saya pun beranggapan kalau ternyata dia waktu kecil polos banget. Bayangin aja masa berkali-kali dia hampir kena rampok/palak orang. Bahkan ketika dia SMA dia pernah dipalak anak SMP di mall. Tapi dari cerita menyedihkan itu, ia mampu mengemasnya menjadi komedi. Yang saya salut padanya yaitu karena ia berani menertawakan hal yang mungkin untuk sebagian orang adalah memalukan. Bagusnya adalah buku ini nggak melulu soal komedi, kadang juga dia menyisipkan beberapa hal tentang kehidupan. Ceritanya fresh tapi nggak jauh-jauh dari kehidupan kita.

Awalnya agak aneh aja, kenapa diberi judul ubur-ubur. Maksudnya dari berbagai spesies binatang yang ada di bumi kenapa mesti ubur-ubur dan kenapa juga lembur. Saya baru dapat jawabannya di bab terakhir, disana dijelaskan filosofinya ubur-ubur dan juga kenapa lembur. Mendingan baca sendiri deh biar gue nggak spoiler banget. Semua bab kental banget komedinya, hanya di bab terakhir entah kenapa aku merasa bab itu lebih membangkitkan semangat. Di bab terakhir itu, dia menceritakan proses bagaimana dia akhirnya memutuskan menjadi penulis hingga akhirnya berada pada posisi sekarang ini.

Buku ini bisa dibaca dimana aja, lagi di ruang tunggu atau pun lagi di tengah keramaian pun tetap bisa dinikmati dengan baik. Bahasanya ringan jadi nggak perlu terlalu mikir untuk memahaminya. Dan yang pasti menghadirkan tawa, cocok untuk kamu yang ingin melepaskan beban sejenak dari rutinitas yang melelahkan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s