Negative Thinking

Belakangan ini saya sering menjumpai banyak orang yang begitu memiliki pikiran negatif atau berprasangka buruk terhadap sesuatu. Terutama orang-orang penghuni dunia maya (sering disebut netizen) downloadtepatnya dari berbagai platform social media. Mengapa begitu. Apakah dunia menjadi begitu negatifkah atau memang sejak dulu sudah seperti itu tetapi karena dulu tidak terekspos saja. Begitu mudahnya mereka berprasangka buruk dan dengan segera langsung berasumsi jelek terhadap suatu postingan. Kebencian dengan mudahnya bertebaran dimana-mana.

Dari sekian banyak pilihan komentar, mereka lebih memilih komentar yang penuh dengan kebencian. Haruskah seperti itu? Saya rasa tidak seperti itu. Daripada berpikiran negatif bukankan lebih indah jika kita menjadi positif. Prasangka buruk tersebut hanya akan menimbulkan kebencian dan perang. Terlebih lagi juga menimbulkan persoalan baru dan lagi menambah dosa. Sebagai manusia, saya rasa nilai-nilai positif perlu dibangun lagi dalam diri kita masing-masing. Menjadikan diri sebagai manusia yang seutuhnya.

Apalagi sebagai bangsa Indonesia yang dikenal sebagai bangsa yang penuh sopan santun, ramah dan saling toleransi. Adalah buruk jika sebagai orang Indonesia justru melakukan hal yang sebaliknya. Kita menganut budaya timur. Saya pikir kebencian bukan untuk dibalas dengan kebencian juga. Melainkan kita perlu menyebarkan kasih dan cinta. Mereka yang menyebarkan benci bisa jadi karena tidak tahu. Jadi bukankan tugas kita untuk memberitahu hingga mereka memiliki pemahaman yang sama dengan kita. Benci karena tidak tahu. Sudah seharusnya justru kita harus merangkulnya bukan malah memperbesar masalah menjadi semakin rumit.

download-1

Sebagai manusia yang memiliki akal pikir tentu akan baik jika kita dapat berpikir dengan kepala dingin. Tidak serta merta menyerang dengan buasnya seperti binatang. Bahkan binatang sekalipun hanya menyerang ketika hidupnya terancam. Lalu kenapa kita manusia yang memiliki akal pikir lebih baik dari binatang tidak mampu menjaga emosi kita. Perlukah kita belajar dari binatang? Saya rasa kita sebagai manusia dewasa lebih mampu berpikir jernih dan mengontrol kembali apa yang keluar dari mulut kita. Karena berpikir positif jauh lebih membawa kebahagiaan.

Nezar Ray | 24/11/2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s