Berkencan dengan Spaghetti Instan

Entah bagaimana, rumah sepi dan kusadari aku hanya seorang diri di rumah yang tak seberapa besar ini. Bersendiri di rumah menggodaku untuk memasak spaghetti demi memanjakan perut yang hampir kosong (tapi tak sekosong hatiku). Adalah waktu yang tepat bagiku makan spaghetti sendirian tanpa perlu berbagi dengan yang lain. Bayangkan, spaghetti hanya untuk diriku sendiri. Tetiba perasaan egoisku mulai muncul, mohon dimaklumi aku hanyalah butiran debu.

Teringatku akan spaghetti instan bermerk La P*sta yang aku beli di minimarket tiga hari lalu. Dalam bungkusnya tertulis bahwa disertai dengan hot & spicy sauce. Aku yang penggemar pedas ini merasa bahagia hanya dengan itu. Panci kecil berisi air sudah bertengger manis di atas kompor dengan api yang menyala. Sambil menunggu air hingga mendidih, aku pun membuka kotak pembungkus spaghetti instan. Penghuninya adalah satu bungkus kecil spaghetti instan dan bungkus saus pedasnya itu.

2016-08-06 03.18.50 1
Penampakan spaghetti instan

Ternyata isi spaghettinya hanya sedikit pikirku. Perutku yang sudah lapar ini tak akan puas hanya dengan itu. Lalu aku teringat masih memiliki sisa spaghetti instan La F*nte. Akhirnya dua spaghetti instan yang berbeda merk itu aku satukan. Aku rasa mereka pasti akan senang jika aku jodohkan dalam satu panci. Seketika aku bagaikan mak comblang yang menjodohkan dua insan yang terpisah.

Tak terasa air sudah mendidih, aku pun segera menenggelamkan dua spaghetti instan yang berbeda merk tersebut (kok aku merasa seperti Menteri Susi). Mereka kini telah bersatu dalam air mendidih yang bergolak. Dapat aku dengar suara tawa riang mereka. Aku pun terharu. Lalu aku menunggu hingga spaghetti instan yang kaku itu menjadi lemas dan lembut. Menunggu kadang terasa membosankan, namun membayangkan bagaimana rasanya spaghetti itu nantinya membuat hatiku dag dig dug.

Beberapa saat kemudian spaghetti itu pun matang. Kini adalah waktunya bagiku untuk mengangkatnya dari didihan air yang panas itu. Lalu aku segera memanaskan teflon anti lengket untuk memasak saus yang konon katanya pedas itu. Apinya kubuat kecil agar saus tak cepat habis. Sudah panas sausnya, kemudian aku masukkan spaghettinya masih dengan api yang menyala. Lalu aku aduk-aduk manja spaghetti dan sausnya agar mereka dapat bercampur menjadi satu. Sambil sesekali aku masukkan air rebusan spaghetti itu seperti instruksi mas-mas yang ada di acara tivi memasak yang dulu aku tonton. Entah bagaimana rasanya nanti, aku hanya percaya saja yang dikatakan mas di tivi itu.

2016-08-06 03.03.28 1
Wujud spaghetti saus pedas

Akhirnya spaghetti instan yang kaku itu telah menjelma menjadi makanan layak makan. Aku namakan spaghetti saus pedas. Entah bagaimana rasanya. Seperti yang kalian lihat sendiri dari penampilannya cukup menjanjikan, walaupun tak sama persis dengan gambarnya di kotak bungkusnya. Setelah aku merasakannya ternyata cukup enak untuk ukuran chef dadakan sepertiku. Pedasnya tak seperti yang aku bayangkan tetapi tetap enak. Sausnya agak kurang terasa sedikit karena aku menambah porsi spaghettinya. Itu salahku dan salah perutku.

Pada akhirnya spaghetti porsi ukuran jumbo itu cukup terlalu banyak untukku sendiri. Namun aku tetap harus menghabiskannya sendiri akibat keserakahanku. Tak ada yang bisa membantuku menghabiskannya. Kalau aku sisakan juga akan menjadi dingin nanti dan tidak enak dimakan. Baiklah aku habiskan sendiri dalam kesunyian rumah yang sepi. Krik krik krik.

Nezar Ray | 10/08/2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s