Sosok Berbeda

Saat ku tatap matanya, tak lagi ku kenali sinar mata itu. Seseorang yang ku tahu itu tak lagi kukenali dalam sinar itu. Dia menjadi sosok yang berbeda yang bahkan aku tak mengenalinya. Waktu yang telah kami habiskan bersama seakan tak ada artinya. Satu momen kejujuran telah meruntuhkan seluruh ikatan yang kami anggap akan selamanya. Betapa kebenaran menjadi sulit ia terima dan ia lebih memilih pergi menghindar. Pergi menjauh dariku, dari semua cerita dan waktu yang telah kita lewati bersama.

Tangan terbuka yang kuarahkan padanya tak lagi ia hiraukan. Tempat istimewa di hatiku seolah terlalu berat ia pikul, ia lebih memilih untuk melepaskannya dan membiarkan ia duduk dalam keremangan kesendirian. Aku hanya dapat melihatnya seperti itu tanpa mengetahui bagaimana dia, apa yang ia rasakan. Menjadi sulit bagiku ketika ia lebih memilih bersendiri ketika ia dapat memperoleh yang lebih. Sampai selalu muncul pertanyaan mengapa.

Bahkan hingga detik ini pun aku masih merasa ia bukan dia. Dia berbeda dari sosok yang kukenali. Sosok hangat yang penuh perhatian seakan menghilang seketika. Sosok yang kurindukan itu menghilang, lenyap tak berbekas. Tak lagi aku mengenalinya dari wajah yang jelas kuketahui itu. Kini pun aku bertanya, siapa yang sebenarnya duduk dalam remang kesendirian.

Nezar Ray | 07/02/2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s