Pergi Bukan Jawaban

Kalau memang semudah itu pergi dari masalah yang muncul, mungkin aku akan pergi begitu saja meninggalkan masalah. Namun aku bukan orang yang seperti itu. Banyak hal yang menjadi pertimbangan hingga aku memilih tetap seperti ini. Kalau pun ada tipe orang yang sanggup pergi begitu saja, itu mereka tapi bukan aku. Apa sulitnya menyelesaikan masalah agar tak ada pihak yang disusahkan. Kalaupun akhirnya pilihan untuk pergi adalah jalan terbaik ya silahkan lakukan. Tapi itu bukan aku. Mungkin kau, mungkin dia, mungkin juga mereka. Tapi bukan aku, bukan aku.

Aku akan tetap duduk di tempat dimana aku selalu berada. Menunggu jawaban dari sebuah alasan yang tak terungkap. Kalaupun alasan itu akan tetap terkunci rapat, aku tak apa. Ya aku tidak apa-apa. Aku hanya ingin kembali seperti dulu dimana kita duduk bersama di kursi yang kita buat bersama. Aku masih duduk di kursi itu menunggu kau kembali duduk bersama lagi. Mengurai tali yang dulu kita bertiga buat kusut. Masing-masing kita saling introspeksi diri, berkaca pada diri masing-masing. Aku tahu tali yang kusut itu hanya bentuk dari kesalahpahaman yang mendadak terjadi.

Jika ingin kembali, silahkan. Tanganku terbuka. Namun jika ingin pergi, tolong ucapkan salam perpisahan.

Nezar Ray | 12/09/2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s