Memilih Berdamai

berjabat_tangan_wanita

Langit kelabu, petir saling bergemuruh. Emosi jiwa tak tertahankan ingin meluap. Rasa benci terlempar dengan begitu mudahnya. Kecewa merasuk di jiwa namun rasa bangga dan terimakasih juga menjalar ke seluruh tubuh. Ingin rasa mengucap bangga atas hasil kerja keras yang beliau kerjakan selama ini. Ingin berterimakasih padanya. Namun hati juga kecewa atas ucapannya yang menyakiti hati golongan tertentu. Saya berada pada titik tengah antara rasa kemanusiaan dan rasa ingin bela keyakinan.

Palu telah diketuk pertanda vonis telah dijatuhkan. Sang tersangka pun harus siap masuk jeruji besi dua tahun lamanya. Rakyat terbelah antara yang membela dan yang menyudutkan. Saya setengah hati. Merasa sedih akan dia, tapi pada saat yang bersamaan juga kecewa akan ucapannya yang lalu. Meski maaf telah terucap, hukuman tetap bergulir dan ia harus menerimanya sebagai konsekuensi atas perbuatan dan ucapannya.

Tak penting bagaimana pendapat saya. Saya tetap menghargainya sebagai manusia, terlepas dari ucapannya yang menyakiti hati. Saya hanya manusia biasa tempatnya banyak dosa, saya tak mampu menghakiminya. Juga tak baik menyebarkan kebencian. Saya menghargainya sebagai manusia yang memiliki banyak nilai-nilai kebaikan dalam dirinya. Yang bahkan saya pun sebagai manusia masih belum siap memiliki nilai-nilai tersebut.

Menurut saya, apakah dia etnis Cina, India, Papua, Negro, Jawa, Sunda, atau Manado kah. Bagi saya, manusia tetaplah manusia. Sepanjang ia bernafas menghirup oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Sepanjang ia memiliki dua mata, satu hidung dan satu mulut. Sepanjang ia memiliki postur layaknya manusia. Saya akan tetap menghargainya sebagai manusia. Karena saya tinggal di planet bumi dengan mayoritas makhluk hidup adalah spesies manusia.

Hal yang membedakan manusia dengan manusia lainnya adalah pola pikir, amal, dan perilakunya. Juga rasa kemanusiaan antar sesama makhluk hidup. Kita tahu bersama kita tak bisa memilih ingin dilahirkan menjadi etnis apa atau warna kulit apa. Memusuhi orang lain hanya karena etnis dia berbeda dengan kita adalah suatu pemikiran sempit. Sama halnya seperti menyia-nyiakan anugerah (akal pikir) yang telah diberikan Allah kepada kita para manusia. Jangan jadikan perbedaan sebagai alasan untuk bertikai, karena pertikaian dan perdebatan hanya akan membuahkan kebencian.

Hindari perdebatan, terima perbedaan dengan lapang, jauhi rasa benci dan permusuhan. Jangan isi waktu dengan kegiatan yang mengundang dosa. Jangan tebarkan kebencian, karena kita hidup berdampingan. Manusia adalah makhluk sosial, saling bergantung dengan manusia lainnya. Bersahabat dengan kebencian hanyalah perbuatan yang sia-sia. Saya lebih memilih berdamai untuk hidup lebih nyaman.

Nezar Ray | 10/05/2017

Anggota Keluarga Baru, Berkaki Empat

Suatu waktu datang seekor kucing ke rumahku. Aku yang merasa kasihan lalu memberikannya sedikit potongan ayam yang sedang kumakan. Esoknya ia datang lagi dan lagi meminta makan. Uniknya dia selalu datang ketika aku sedang makan, seolah-olah ia tahu kapan saja waktu makanku. Beberapa hari kemudian, kucing itu datang lagi namun kali ini bersama anak kucing. aku pikir itu anaknya. Anak kucing yang hanya seekor itu mengikutinya dari belakang. Si anak kucing terlihat ketakutan ketika aku ingin memegangnya. Mungkin karena belum kenal, anak kucing itu tak mau dipegang.

20160806_133138
Induk dan anak kucing

Induk dan anak kucing tersebut sering kulihat di teras rumahku. Si induk terlihat menyusui anaknya yang hanya seekor itu. Lama kelamaan anak kucing itu mulai bertumbuh. Induk kucing sudah tak mau lagi menyusuinya, mungkin juga air susunya sudah tidak keluar lagi. Perlahan kucoba memberikan sedikit makanan pada anak kucing itu. Awalnya ia tak mau, malah induknya yang lahap memakannya. Selang beberapa hari, sedikit demi sedikit si anak kucing mulai terbiasa denganku. Ia sudah tak lagi takut. Ia mulai mau dipegang, aku bahkan sudah bisa mengelusnya.

Anak kucing itu terus tinggal di teras rumahku, sementara induknya pergi kelayapan. Kadang induknya kembali membawakan makanan. Ketika induknya datang, si anak kucing kegirangan. Kemudian selang beberapa hari, induk kucing mulai tak terlihat lagi batang hidungnya. Ia sudah tak pernah lagi ke rumahku. Sementara si anak kucing semakin betah tinggal di rumahku. Entah bagaimana, anak kucing itu sudah seperti anggota keluarga. Bukan aku saja melainkan semua penghuni rumah lainnya juga merasa senang dengan kehadirannya. Rumahku bertambah penghuni baru, anak kucing yang kini sudah tidak kecil lagi.

Itu sedikit cerita mengenai bagaimana aku akhirnya menemukan si kucing belang tiga yang super aktif. Bagaimanapun itu aku senang dengan kehadirannya. Sekarang sudah kira-kira lima bulan aku memeliharanya, kini ia bukan lagi anak kucing. Ia telah tumbuh besar dengan perut gendutnya. Besarnya perutnya hingga aku pernah menyangka ia hamil, tapi kelahiran tak pernah terjadi. Jadi sudah dapat dipastikan, ia hanya terlalu hobi makan.

Kucing betina itu kuberi nama Pussy, panggilannya “puss” atau “mpuss”. Ya layaknya memanggil kucing. Nama yang pasaran memang, tapi paling tidak ia akan menengok ketika dipanggil. Aku tidak mengurungnya di kandang. Kubiarkan ia menjelajah rumah sesuka dia. Ia boleh tidur dimana saja asal tidak di atas tempat tidur ata sofa. Khawatir bulunya akan menempel. Aku sediakan tempat tidur tapi ia lebih suka tidur dimana saja sesuka dia. Kadang di atas tas, keset, rak, koran atau dimanapun yang menurut dia tempat yang nyaman.

Pintu kubiarkan terbuka kalau dia memang ingin keluar, aku tak mencegahnya. Aku memberikannya ruang terbuka bagi dia untuk bebas. Aku tidak overprotective. Kupersilakan ia bebas tapi tentu dengan aturan yang ia harus taati. Misalnya tidak boleh naik tempat tidur, meja makan dan juga tidak lari-larian. Perlu diketahui, Pussy bukan tipe kucing pendiam. Dia sangat tidak bisa diam, agresif dan senang bermain. Kadang ia suka berlari-larian mengajak aku bermain. Maka itulah saatnya aku meluangkan waktu sejenak bermain dengannya.

Sejak kecil, beruntungnya ia tak pernah buang air sembarangan. Seakan ia tahu ketika ingin buang air ia pergi keluar. Maka sejak itu aku sediakan pasir untuknya. Ia senang menggunakan pasirnya itu. Dua minggu sekali aku mandikan dia. Awalnya seminggu sekali namun sejak acara mandi dipenuhi dengan drama, aku putuskan untuk memandikannya dua minggu sekali saja. Ia sangat tidak suka air tapi mau bagaimana lagi karena ia tinggal di rumahku ia harus ikut peraturanku.

Semua penghuni rumah suka dengan tingkah lucunya apalagi ketika tidur dia suka mengulet memanjangkan tubuhnya hingga panjang sekali. Kecuali ketika ia membawa hasil buruannya ke rumah. Aku tidak suka. Seringkali ia membawa kecoa, cicak, hingga tikus. Hewan-hewan itu tidak ia makan tapi ia jadikan mainan. Ia lepas hewan itu kemudian ia tangkap lagi, begitu terus hingga hewan itu mati kelelahan.

Kami bahagia dengan kehadirannya di rumah ini. Terlepas apakah aku yang menemukannya atau ia yang menemukanku. Aku percaya kita tidak memilih kucing mana yang ingin dipelihara melainkan kucing itu sendiri yang memilih kita. Dan Pussy telah memilihku. Takdir mempertemukan kami dan mengajarkanku untuk lebih mengenalnya. Berusaha belajar mengenalnya lebih dalam melalui tingkah-tingkahnya atau tanda-tanda jika ia sakit. Bagaimanapun aku berharap ia dapat terus hidup bersamaku hingga ia tua. Menemaniku menjalani hidup bersama untuk memberiku satu lagi alasan untuk tetap hidup. Terima kasih Pussy dan selamat datang dalam keluargaku.

Nezar Ray | 28/03/2017

Beauty and The Beast (2017): Membawa Keajaiban Menjadi Nyata

eu_batb_flex-hero_header_r_430eac8d

Setelah sukses dengan menghadirkan Maleficent dan Cinderella dalam versi live action, kini giliran Beauty and The Beast hadir dalam live action. Versi animasinya sendiri, Beauty and The Beast rilis pada tahun 1991 silam. Termasuk salah satu film animasi yang sukses saat itu karena berhasil masuk nominasi Academy Awards dalam kategori Best Picture. Beauty and The Beast pun menjadi film animasi pertama yang berhasil masuk kategori tersebut. Kini Disney menghadirkan Beauty and The Beast dalam versi live action.

Rilis sejak tanggal 17 Maret 2017, Film Beauty and The Beast diperankan oleh Emma Watson sebagai Belle, Dan Steven sebagai Beast dan Luke Evans sebagai Gaston serta beberapa pemeran pendukung lainnya. Film fantasi musikal ini disutradarai oleh Bill Condon dan diproduseri oleh David Hoberman dan Todd Lieberman. Naskah film ditulis oleh Stephen Chbosky dan Evan Spiliotopoulus berdasarkan film animasinya tahun 1991 lalu dan dongeng karya Jeanne-Marie Leprince de Beaumont.

Beauty and the Beast

Ceritanya tentu sudah familiar dalam benak kita — tentang seorang wanita cantik bernama Belle yang sangat suka membaca, yang tinggal dengan ayahnya di sebuah desa kecil. Ia sering dianggap berbeda oleh masyarakat sekitar karena kesukaannya terhadap membaca, sehingga sering kali ia merasa terjebak dalam desa tersebut. Penduduk desa tak ada yang memahaminya.

Lalu suatu ketika ayahnya tersesat di hutan dalam perjalanan pulang. Tanpa sengaja ia terperangkap di suatu istana oleh Beast yang misterius. Kemudian Belle berusaha menyelamatkannya dengan menggantikan posisi ayahnya disana. Hingga akhirnya ia tinggal bersama Beast di istana tersebut. Beast sendiri merupakan seorang pangeran tampan yang terkena kutukan oleh penyihir karena kesalahannya di masa lalu.

Filmnya sangat memanjakan mata dengan visualisasi keindahan fantasi yang dibuat nyata. Misalnya saja seperti bagaimana perabotan di istana Beast menjadi hidup. Suasana magis begitu terasa ketika berada di istana. Sekali lagi Disney berhasil menghidupkan cerita fantasi. Diiringi dengan lagu-lagu indah yang diaransemen oleh Alan Menken. Sebut saja saat scene lagu “Be Our Guest”, kita dibawa pada keindahan fantasi yang indah terasa begitu magis dan fantastis. Musik yang indah dan fantasi yang dihidupkan menjadi sebuah perpaduan yang indah.

gallery-1478513245-beauty-and-the-beast-house-staff

Beauty and The Beast membawa pesan penting tentang bagaimana untuk tidak selalu melihat penampilan. Sesuatu yang mulai dilupakan di era kini. Bahwa tidak penting bagaimana penampilan luar, yang terpenting adalah hatinya. Jangan menilai buku dari covernya. Istilah yang sering digunakan untuk merefleksikan bahwa isi lebih penting dibandingkan penampilan luar.

Sempat muncul rumor tentang adanya karakter gay dalam film tersebut, sama sekali tidak menyurutkan animo masyarakat untuk menontonnya. Kekhawatiran yang selama ini hadir seketika sirna dengan keindahan dunia fantasi dalam layar cinema. Bahkan menurut pandangan saya, karakter gay dalam tokoh LeFou di film ini sangat tidak kentara. Hanya sebagai ornamen penghias film bukan sebagai cerita utama. Anak-anak pun jika menonton ini saya rasa tidak akan menyadarinya. Pada akhirnya penonton terlalu sibuk menikmati paduan cerita klasik, musik yang indah dan visualisasi yang menakjubkan.

764390

Menyaksikan Film Beauty and The Beast, Saya sangat menikmatinya dan menghadirkan senyum ketika meninggalkan bioskop. Tak berhenti lagu-lagu dalam film tersebut terngiang dalam pikiran saya. Bahkan ada lagu baru dalam film ini yang menjadi favorit saya yaitu lagu yang dinyanyikan Celine Dion, “How Does A Moment Last Forever”. Film Beauty and The Beast masih tayang di bioskop-bioskop kesayangan anda. Let be the guest.

Nezar Ray | 26/03/2017

Keraguan

Waktu berlari secepat angin
Keraguan kini merajaiku
Ketakutan menyelimuti anganku
Aku kembali menimbang arah

Mataku menatap ke depan
Kakiku kaku tak sanggup melangkah
Sumpah serapah kutujukan untukku
Peluang menertawaiku yang bodoh

Aku ragu, juga takut
Pada suatu hal yang fana
Mengulang memori pahit
Yang dulu pernah kubuat

Nezar Ray | 21/03/2017

Polemik Film Beauty and The Beast, Tentang Adanya Karakter Gay

Beauty and The Beast Live Action

Setelah menunggu lama film Beauty and The Beast live action rilis, akhirnya perilisannya diiringi dengan polemik tentang LGBT. Kabarnya dalam film tersebut, diungkapkan bahwa ada 1 karakter yang openly gay. Karakter tersebut adalah LeFou, tangan kanan Gaston.

Bagi anda yang tidak akrab dengan cerita Beauty and The Beast, Gaston diceritakan sebagai pria kuat yang diidolakan banyak wanita. Namun Gaston menjatuhkan hatinya pada Belle yang berbeda dari pada kebanyakan wanita. Dengan terang-terangan, Belle menolak Gaston mentah-mentah. Penolakan Belle justru membuat Gaston semakin penasaran dengan Belle.

Kemudian pada film live actionnya yang akan rilis 17 Maret mendatang, dikisahkan bahwa LeFou (tangan kanan Gaston) adalah seseorang yang pada satu hari ingin menjadi Gaston, tapi pada hari lain lagi ingin mencium Gaston. LeFou berada pada posisi kebingungan terhadap perasaannya dan sebenarnya apa yang ia inginkan. Ini tentang seseorang yang baru saja menyadari bahwa ia memiliki perasaan ini.

LeFou

Kemunculan karakter gay ini kemudian mendatangkan kekhawatiran jika akan mendatangkan pengaruh buruk terhadap anak-anak yang menontonnya. Namun sebelum khawatir, sebagai penonton bijak tentu kita perlu mencari tahu terlebih dahulu sejauh apakah “adegan LGBT” yang akan dimunculkan dalam film tersebut. Tim Lembaga Sensor Film Indonesia (LSF) sendiri telah menegaskan tidak akan menyensor film tersebut, karena yang ditampilkan bukan adegan seks. “Itu kan karakter LGBT (saja). Beda penilaiannya”.

LeFou adalah seseorang yang pada satu hari ingin menjadi Gaston, tapi pada hari lain lagi ingin mencium Gaston. Ia bingung dengan apa yang sebenarnya ia inginkan. Ini tentang seseorang yang baru saja menyadari bahwa ia memiliki perasaan ini.

Komisioner LSF Rommy Fibri menyatakan “Secara faktual kan faktanya begitu (kaum LGBT ada). Film ini hanya menggambarkan bahwa situasi itu nyata ada di masyarakat”. Meskipun begitu, karena ramai diperbincangkan terkait karakter gay, film itu kembali melewati proses pleno LSF pada Kamis (09/03). Hasilnya tetap saja lulus.

Kini pertanyaannya adalah bagaimana kita menilai perihal kaum LGBT tersebut. Sebagai suatu hal yang negatif atau kita dapat menerimanya sebagai hal nyata terjadi di masyarakat. Bukan berarti mengakui LGBT sebagai hal yang benar tetapi hanya sebatas mengakui keberadaan mereka adalah nyata ada di sekitar kita.

Lewat film ini justru kita diajak untuk “berdamai” dengan kaum LGBT. Bahwa kita seharusnya mampu merangkul mereka daripada menjauhinya seakan-akan seperti penyakit menular. Karena bisa jadi mereka menjadi seperti itu bukan kemauan mereka, mungkin saja itu natural datang dengan sendirinya tanpa mereka inginkan. Jika seperti itu, bukankah menjadi tugas kita yang berada di sekitarnya untuk memberitahunya dan membantunya kembali pada jalan yang benar.

Kembali pada film Beauty and The Beast dan karakter gay pertamanya tersebut, saya rasa Disney tidak akan kelewatan dengan menyisipkan adegan tak senonoh. Disney tahu betul target film mereka adalah anak-anak. LSF Indonesia juga sudah menyatakan bahwa tidak ada adegan seks sesama jenis. Disney hanya ingin mengungkapkan bahwa kaum LGBT itu nyata ada di masyarakat. Lalu saya rasa juga tidak akan separah film Glee atau Arisan.

Jadi kemudian apalagi yang kita khawatirkan. Daripada terus khawatir, lebih baik saksikan sendiri kebenarannya dengan menonton filmnya. Beauty and The Beast akan resmi rilis tanggal 17 Maret 2017, serentak di seluruh bioskop.

Nezar Ray | 15/03/2017

SING (2016): Ketika Mimpi Harus Diperjuangkan

sing-2016

Sebenarnya sudah cukup lama nonton film ini dan entah kenapa rasanya gatal mau review film ini. Karena saya termasuk orang yang suka dengan film animasi, apalagi digabungkan dengan unsur komedi dan musikal adalah suatu perpaduan yang menarik. Saya pun waktu itu menontonnya seperti menonton konser. Filmnya dipenuhi dengan nyanyian-nyanyian yang dibawakan dengan indah oleh pengisi suara bersuara emas. Lalu filmnya juga dikemas secara menarik dengan mengangkat tema tentang mimpi yang harus diperjuangkan demi terwujudnya mimpi tersebut.

Sing diproduksi oleh Illumination Entertainment dan Universal Pictures. Dirilis di bioskop sejak tanggal 21 Desember 2016 kemarin dengan Garth Jennings sebagai sutradara dekaligus penulis naskah dalam film animasi ini. Serta diisi suara oleh Mathhew McConaughey, Reese Witherspoom, Scarlett Johansson, Tory Kelly dan masih banyak lainnya.

Sing berkisah tentang sebuah dunia yang dipenuhi dengan hewan-hewan yang dapat berdiri dengan dua kaki dan hidup layaknya manusia. Menceritakan mengenai seekor koala bernama Buster Moon (Matthew McConauhey) yang memiliki usaha di bidang teater namun karena kegagalan pada satu pertunjukkan merusak nama baiknya. Namun ia tak kenal menyerah, ia tetap berusaha mempromosikan dan melakukan inovasi-inovasi baru dalam dunia teater dengan membuat sebuah audisi menyanyi.

banner

Namun karena satu kesalahan asistennya yang kelebihan menuliskan angka nol untuk hadiahnya, audisi menyanyi ini pun menarik minat banyak orang. Antrian panjang pun terjadi di depan teaternya. Dari audisi itulah akan ditemui puluhan hewan yang memiliki suara emas yang akan dipilih oleh Moon untuk tampil di pertunjukkan teaternya.

Moon pun memilih kandidat hewan yang akan mengisi acara pertunjukkan teaternya. Masing-masing kandidat memiliki masalahnya masing-masing yang harus dipecahkan mereka demi mewujudkan mimpinya menjadi penyanyi. Film Sing menggambarkan jika sebuah mimpi memerlukan keberanian dan pengorbanan demi mewujudkannya. Bahwa kita harus menyingkirkan segala rasa takut yang menyelimuti diri dan tunjukkan pada dunia bahwa kita bisa.

Filmnya sarat dengan pesan moral bahwa tiada yang mungkin di dunia jika kita menginginkannya. Seperti koala tersebut yang pantang menyerah mempromosikan teaternya dan berusaha membuatnya ramai kembali seperti waktu dulu. Serta para peserta audisi yang berusaha menyingkirkan segala rintangan demi mewujudkan mimpinya masing-masing.

Nezar Ray | 07/01/2017

HANGOUT (2016): Pembunuhan Berantai yang Dibalut Comedy

hangout-film
Poster Film Hangout

Dari sekian banyaknya film Raditya Dika, baru film Hangout ini yang menggugah saya untuk datang ke bioskop menonton film tersebut. Saya merasa tertarik karena genre tidak biasa yang ditawarkan yaitu genre thriller-comedy. Bagaimana bisa thriller yang menghadirkan ketegangan disatukan dengan comedy yang mengundang tawa. Tentu akan menjadi tontonan menarik yang tidak biasa.

Filmnya sendiri bercerita tentang 9 public figure yang diundang ke sebuah pulau oleh seorang sosok misterius. Lalu mereka mati satu persatu, mungkinkah pembunuhnya salah satu dari mereka? Ya kira-kira seperti itulah narasi yang selalu ulang-ulang diucapkan Radit ketika ditanya film Hangout itu tentang apa. Yang menjadi pertanyaan adalah siapa pembunuhnya. Bisa salah satu dari mereka atau mungkin memang si sosok misterius tersebut.

Sejak teaser film Hangout keluar, pertanyaan itulah yang menguak membuat penasaran para penonton termasuk saya. Hingga akhirnya bermunculan video-video di youtube yang berusaha menebak siapa pembunuhnya. Belum lagi Radit juga menyajikan vlog 20 hari syuting film Hangout sebagai salah satu teknik promosi film. Sungguh promosi yang bagus dan brillian menurutku. Jadi wajar saja masuk hari ke-13 film ini tayang kabarnya sudah menembus 2 juta penonton. Selain karena jalan ceritanya yang menarik, timing peluncuran film ini juga tepat pada saat momen liburan.

Lebih lengkapnya film Hangout menghadirkan 9 orang public figure yang memerankan diri mereka sendiri. Mereka adalah Raditya Dika, Soleh Solihun, Mathias Muchus, Surya Saputra, Titi Kamal, Dinda Kanyadewi, Prilly Latuconsina, Gading Marten, dan Bayu Skak. Mereka diundang oleh sosok misterius ke sebuah pulau untuk alasan yang juga misterius. Kemudian satu per satu diantara mereka mati secara misterius. Hingga mereka mulai berspekulasi mengira jika mungkin saja pembunuhnya ada diantara mereka.

3-1
Salah satu scene film Hangout

Ketegangan mulai menyeruak ketika satu per satu dari mereka mulai mati. Namun tetap konten komedi mengundang tawa lebih mendominasi film ini. Film yang menarik dan cukup bagus menurutku. Walaupun menurutku ending filmnya kurang nendang serta motif si pembunuh kurang kuat. Entah mungkin karena kurang dieksplor atau apa, tapi saya rasa Radit bisa membuat yang lebih bagus dari itu. Atau juga karena saya yang terlalu berharap lebih pada film ini. Tapi secara keseluruhan, film Hangout merupakan tontonan keluarga yang menarik.

Telebih saya suka dengan akting para pemain terutama akting Surya Saputra yang meyakinkan dan terasa nyata. Ya wajar sih dia memang pemain film. Tapi yang mengejutkan adalah akting dari Prilly dan Soleh. Saya tidak menyangka mereka bisa menampilkan akting keren yang seperti itu. Saya tidak berlebihan jika bilang pandangan saya terhadap Prilly mulai berubah karena film ini. Overall, akting para pemain rata-rata bagus dan tidak mengecewakan.

Sekali lagi saya harus katakan film Hangout adalah film meanrik dari segi genre, cerita dan akting pemain. Jadi tidak salah jika saya merekomendasikan film ini utk anda tonton. Film ini cocok untuk anda yang tidak terlalu suka film thriller yang akan membuat anda tegang sejak awal hingga akhir film. Film Hangout adalah jawabannya, karena tidak akan membuat anda tegang setengah mati. Saya pun menonton ini lebih banyak tertawanya dibanding tegangnya. Filmnya cukup mengocok perut dengan lawakan ala Raditya Dika.

Nezar Ray | 06/01/2017

Negative Thinking

Belakangan ini saya sering menjumpai banyak orang yang begitu memiliki pikiran negatif atau berprasangka buruk terhadap sesuatu. Terutama orang-orang penghuni dunia maya (sering disebut netizen) downloadtepatnya dari berbagai platform social media. Mengapa begitu. Apakah dunia menjadi begitu negatifkah atau memang sejak dulu sudah seperti itu tetapi karena dulu tidak terekspos saja. Begitu mudahnya mereka berprasangka buruk dan dengan segera langsung berasumsi jelek terhadap suatu postingan. Kebencian dengan mudahnya bertebaran dimana-mana.

Dari sekian banyak pilihan komentar, mereka lebih memilih komentar yang penuh dengan kebencian. Haruskah seperti itu? Saya rasa tidak seperti itu. Daripada berpikiran negatif bukankan lebih indah jika kita menjadi positif. Prasangka buruk tersebut hanya akan menimbulkan kebencian dan perang. Terlebih lagi juga menimbulkan persoalan baru dan lagi menambah dosa. Sebagai manusia, saya rasa nilai-nilai positif perlu dibangun lagi dalam diri kita masing-masing. Menjadikan diri sebagai manusia yang seutuhnya.

Apalagi sebagai bangsa Indonesia yang dikenal sebagai bangsa yang penuh sopan santun, ramah dan saling toleransi. Adalah buruk jika sebagai orang Indonesia justru melakukan hal yang sebaliknya. Kita menganut budaya timur. Saya pikir kebencian bukan untuk dibalas dengan kebencian juga. Melainkan kita perlu menyebarkan kasih dan cinta. Mereka yang menyebarkan benci bisa jadi karena tidak tahu. Jadi bukankan tugas kita untuk memberitahu hingga mereka memiliki pemahaman yang sama dengan kita. Benci karena tidak tahu. Sudah seharusnya justru kita harus merangkulnya bukan malah memperbesar masalah menjadi semakin rumit.

download-1

Sebagai manusia yang memiliki akal pikir tentu akan baik jika kita dapat berpikir dengan kepala dingin. Tidak serta merta menyerang dengan buasnya seperti binatang. Bahkan binatang sekalipun hanya menyerang ketika hidupnya terancam. Lalu kenapa kita manusia yang memiliki akal pikir lebih baik dari binatang tidak mampu menjaga emosi kita. Perlukah kita belajar dari binatang? Saya rasa kita sebagai manusia dewasa lebih mampu berpikir jernih dan mengontrol kembali apa yang keluar dari mulut kita. Karena berpikir positif jauh lebih membawa kebahagiaan.

Nezar Ray | 24/11/2016

[K-DRAMA] ROMANTIC DOCTOR TEACHER KIM (2016): Ketika Diskriminasi Terjadi Di Rumah Sakit

romantic_doctor_teacher_kim-p1

Kembali mengangkat tema berlatar belakang kehidupan di rumah sakit, Romantic Doctor Teacher Kim hadir menawarkan cerita yang menarik tentang dunia medis. Drama seri ini menyoroti kehidupan para dokter, senioritas dalam hubungan pekerjaan antar para dokter, juga ketidakadilan dalam dunia medis dan diskriminasi yang kadang ditemui dalam pengobatan pasien. Serta diskriminasi yang juga terjadi diantara dokter yang berjuang dengan kemampuan sendiri dan dokter memiliki koneksi hubungan keluarga dengan petinggi rumah sakit.

Memasuki episode ke-6 minggu ini dan ceritanya semakin seru. Jujur pertama kali nonton episode pertama agak bingung dan bertanya-tanya tentang sosok Teacher Kim yang disebut-sebut di judul drama seri ini. Namun setelah rajin nonton secara kontinyu baru terungkap betapa kerennya drama seri ini. Yang menarik adalah tiap karakter memiliki latar belakang dan masa lalu masing-masing yang turut mempengaruhi motif tiap karakter di masa kini.

Di episode pertama akan diceritakan mengenai masa lalu seorang dokter magang bernama Kang Dong Joo (Yoo Yeon-Seok) yang ketika kecil harus melihat ayahnya meninggal dengan matanya sendiri. Lantaran dokter disana lebih mengutamakan mengurus pasien lain dibandingkan ayahnya yang datang terlebih dahulu. Namun justru karena kejadian itulah yang membuatnya berambisi menjadi dokter lebih baik dibanding dokter yang dahulu lalai menangani ayahnya.

romantic01-00001aa

Sementara itu di masa internnya, Dong Joo bertemu dengan Yoon Seo Jung (Seo Hyun-Jin) seorang dokter residen yang sangat total dalam pekerjaannya. Namun sayang pertemuan itu terjadi singkat karena kemudian Seo Jung menghilang dari rumah sakit setelah kecelakaan yang dialaminya yang  mengakibatkan tunangannya meninggal.

Berselang lima tahun kemudian, Dong Joo akhirnya berhasil menjadi dokter bedah dan lulus tes dengan nilai tertinggi. Sampai akhirnya ia dihadapkan pada sebuah operasi yang mengantarkannya pada sebuah kegagalan. Pasien yang ia tangani meninggal di meja operasi. Kejadian itu mengakibatkannya dipindahtugaskan ke RS Doldam, sebuah rumah sakit di daerah terpencil dengan peralatan medis yang seadanya.

romantic-4-10

Tak disangka ternyata kepindahannya ke RS Doldam membuatnya bertemu kembali dengan Yoon Seo Jung yang ternyata telah lama bekerja sebagai dokter disana. Kecelakaan yang dialami Seo Jung lima tahun lalu membuatnya bersalah dan trauma karena tunangannya meninggal saat itu. Serta karena kecelakaan tersebut mengakibatkan tangan Seo Jung tak lagi dapat digunakan secara maksimal bagi profesinya sebagai dokter bedah.

Di RS Doldam inilah mulai terungkap siapa Guru Kim yang disebut-sebut di judul film ini. Dia merupakan dokter ahli bedah yang bekerja di RS Doldam. Kedua dokter muda tadi Dong Joo dan Seo Jung yang sama-sama memiliki masa lalu yang pahit akan belajar banyak dari Guru Kim tentang menjadi dokter yang mengabdi demi kepentingan pasien juga tentang hidup dan memperlakukan orang lain. Bukan menjadi dokter yang baik melainkan dokter yang dibutuhkan pasiennya.

romantic03-00025

Guru Kim sendiri sosoknya memang sengaja disembunyikan karena akan berkaitan dengan masa lalunya yang pahit hingga mengharuskannya bekerja di rumah sakit terpencil ini. Masa lalunya tersebut akan diungkap di beberapa episode selanjutnya. Juga bagaimana akhirnya dokter ahli bedah hebat sekelas Guru Kim akhirnya bisa berakhir di rumah sakit kecil tersebut. Ditambah dengan ikut campur orang-orang dari rumah sakit pusat menambah menarik dan menambah rumit cerita drama seri ini. Juga adegan operasi dengan pasien yang kondisinya parah bersimbah darah turut seru untuk ditonton.

Nezar Ray | 24/11/2016

Cara Menukarkan Money Point Menjadi Silver Coin di Ameba Pigg

Kemarin saya sudah mengulas bagaimana caranya mengumpulkan money point. Seperti yang sudah saya katakan di postingan sebelumnya, tujuan mengumpulkan money point yaitu demi mendapatkan silver coin. Ya, money point dapat ditukarkan dengan silver coin. Namun sebelumnya kamu perlu hati-hati dengan money point yang kamu punya, karena money point yang kamu punya tak berumur selamanya. Artinya money point memiliki masa waktunya. Jika sudah melewati batas “kadaluarsa”nya money point mu akan terpotong secara otomatis oleh pigg. Saya juga tidak tau kenapa pigg melakukan ini.

Trik saya agar tetap mendapatkan silver coin yaitu dengan tidak menunggu lama menukarkannya. Jadi saya tidak akan menunggu money point nya banyak dulu tapi ketika sudah terkumpul 10 point, langsung saya tukarkan menjadi silver coin. Memang dengan 10 point kita hanya mendapatkan 30 sc tapi saya pikir itu lumayan daripada harus mengumpulkan 100 money point kemudian belum sampai 100, sudah dipotong pigg tiba-tiba. Gara-gara masa waktunya yang sudah kadaluarsa. Ya saya pikir lebih baik cari aman daripada zonk.

Seperti yang saya bilang di postingan sebelumnya “sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit”. Mungkin itulah istilah yang cocok untuk kondisi kita saat ini. Lebih baik langsung tukar dapat 30 sc dulu daripada belum sempat ditukar tau-taunya zonk.Itu kan sakitnya disini. Yasudah kalau begitu langsung aja saya bagi tau bagaimana caranya menukarkan money point mu menjadi silver coin yang berharga.

Tahap pertama yaitu buka laman money point kamu dengan cara klik money point yang ada di pojok kiri atas. Pastikan juga money point kamu sudah terkumpul sejumlah 10 point. Lalu ikuti gambar yang ada di bawah ini secara berurutan.

ameba-pigg-2016-8-8
Klik money point di atas
ameba-pigg-2016-8-9
Klik tanda merah di atas
ameba-pigg-2016-8-10
Pilih yang kiri untuk tukar menjadi sc
ameba-pigg-2016-8-11
Klik button biru
ameba-pigg-2016-8-12
Pilih jumlah yang mau ditukar lalu klik
ameba-pigg-2016-8-13
Klik button biru (ok)
ameba-pigg-2016-8-14
Berhasil!

Sampai di gambar terakhir artinya money point sudah berhasil ditukar menjadi silver coin. Bisa langsung dicek silver coinmu akan bertambah sejumlah yang telah kamu tukarkan. Nah begitulah cara menukarkan money point menjadi silver coin. Mudah bukan? Sekarang tinggal rajin-rajin nya kamu saja mengumpulkan money pointnya. Selamat mencoba.

Nezar Ray | 23/11/2016